REPUBLIKA, Selasa, 13 Maret 2007
Asal Usul Mencari Kebenaran di Balik Sebuah Mitos
Ada kalanya, pemirsa diajak ke laboratorium untuk membuktikan kebenaran mitos tersebut.
Percayakah kalau buah nanas bisa menyebabkan keguguran, jika dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda? Atau, benarkah mitos bahwa kulit bayi akan menjadi putih dan bersih apabila si ibu pada waktu hamil rajin meminum air kelapa hijau? Dan, benarkah juga buah terong tidak baik dikonsumsi oleh para pria, karena dapat menghilangkan kejantanan?
Sederet pertanyaan berbau mitos di atas mungkin sudah cukup akrab bagi sebagian masyarakat di negeri ini. Tapi sekali lagi, benarkah semua mitos-mitos itu?
Berangkat untuk mencari kebenaran di balik beragam mitos itulah kemudian lahir sebuah program di layar kaca Trans7 bernama Asal Usul. Tayangan berdurasi setengah jam itu menyapa para pemirsa dari Senin hingga Jumat. Kali perdana tontonan ini hadir menjumpai pemirsa pada 5 Februari lalu.
Pracoyo Wiryoutomo, produser eksekutif Asal Usul, mengatakan program ini tidak hanya disajian untuk memberi hiburan pemirsa pada siang hari, pukul 10.00 WIB. ''Tetapi juga diharapkan bisa memberi inspirasi dan pengetahuan kepada masyarakat,'' katanya.
Dijelaskannya, dalam proses pembuktian beragam mitos tadi, pihaknya menggandeng sejumlah peneliti, pakar, maupun dokter. Biasanya, untuk mengetahui kebenaran mitos, Pracoyo tak sungkan mengajak pemirsanya menyaksikan pembuktian secara ilmiah dari dalam laboratorium. ''Inilah yang ingin kita lakukan bahwa laboratorium bukanlah tempat sakral, dan tidak bersifat tabu, jika dihadirkan ke layar kaca,'' papar Pracoyo.
Pemandu program
Untuk menjembatani proses ilmiah agar bisa diterima secara mudah oleh orang awam, maka dalam program Asal Usul ini Pracoyo memberikan tugas kepada reporternya menjadi pemandu program. Reporter yang ditugaskan sebagai pemandu dalam program ini, kata dia, ada empat orang. ''Mereka hadir secara bergantian dalam setiap episode.''
Para reporter tadi, lanjutnya, bertugas mengorek informasi seputar mitos kepada para peneliti. Bahkan, dalam salah satu episode tentang terong, pemandu program ini tidak sungkan untuk berkunjung ke salah seorang dokter spesialis. ''Dari sanalah kita bangun sebuah dialog yang bersifat alamiah,'' ujarnya.
Salah seorang reporter Asal Usul dalam perbincangan dengan Republika membagikan sekelumit seputar proses penggalian informasi kepada narasumbernya. ''Biasanya setelah ada data ilmiah dari laboratorium, kita langsung meminta keterangan kepada penilitinya,'' kata sang reporter.
Dia pun mengatakan bahwa dari sederet mitos yang berkembang di negeri ini, tidak semuanya mengandung kebenaran mutlak. Ia menyebutkan di antara mitos yang mengandung kebenaran itu seperti buah nanas yang kurang baik bagi ibu yang sedang hamil muda. ''Soalnya dari hasil pengujian laboratorium, nanas itu mengandung enzim Bromelin,'' ungkapnya. ''Enzim tersebut kurang baik buat ibu hamil muda, karena dapat memicu perkembangan daging di dalam tubuh menjadi lembek.''
Begitu juga dengan mitos tentang air kelapa hijau. ''Air kelapa hijau memang bagus,'' kata sang reporter. Dia menjelaskan, di antara kandungan kelapa itu terdapat minyak kelapa murni (virgin coconut oil alias VCO). Dalam VCO, kata dia, terdapat kandungan zat yang mirip dengan air susu. ''Zat tersebut ternyata bagus untuk pertumbuhan cabang bayi.''
Secara umum, Pracoyo menjelaskan Asal Usul berisi liputan tentang mitos, pamali, kepercayaan atau pantangan yang berkembang di masyarakat. Selain itu lagi, pemirsa juga akan diajak untuk menemui orang-orang kreatif dan inspiratif. ''Atau juga kita akan mengajak dari dekat pernak pernik yang masih ada kaitannya dengan mitos yang sedang diangkat dalam tema,'' katanya.